Pengendalian Hama Semut

Semut adalah hama pemukiman yang sangat dominan dijumpai di seluruh dunia, dan sangat erat hubungannya dengan keberadaan manusia. Semut digolongkan ke dalam family Formicidae, Ordo Hymenoptera (kelompok serangga yang anggotanya selain semut adalah tawon dan lebah). Keberadaannya di muka bumi ini diperkirakan sebanyak 9.500 jenis yang telah didiskripsikan oleh para ahli, dan diperkirakan dua kali lipatnya yang belum terungkap. Di beberapa Negara maju, semut merupakan pengganggu utama rumah tangga. Laporan dari Negara bagian penang Malaysia, menunjukkan bahwa masyarakat disana juga melihat semut sebagai pengganggu setelah nyamuk dan kecoa/lipas.

Semut merupakan contoh sempurna dari kelompok serangga yang unik. Hidup semut dalam sarang yang lebih kurang permanen, mereka melakukan kegiatan sehari-hari mengumpulkan makanan, melakukan kegiatan pindah, berkembang biak, bahkan mempertahankan diri dari predatornya (pemangsa) dilakukan dalam satu kelompok (koloni) yang jumlahnya ribua serangga semut. Besarnya ukuran koloni sangat bervariasi dan kebanyakan lokasinya di dalam tanah, kayu, dan diantara batu-batuan. Prilaku makan semut berbeda-beda, ada yang predator, bangkai, cairan tanaman, atau secara umum yang mengandung gula, pemakan segala (omnivora).

Semut adalah serangga yang sangat umum terdapat di sekitar lingkungan kita tinggal. Semut bias dilihat di dinding bangunan, dapur, rumput lapangan atau di kebun, kayu yang membusuk atau batu-batuan. Sebagai kelompok, maka semut tergolong serangga yang paling sukses.

Selain sebagai pengganggu (nuisance) di dalam dan di sekitar gedung, semut juga berpotensi menularkan penyakit pada manusia dan hewan. Kehadiran semut di sebuah rumah sakit dapat berakibat yang kurang baik bagi kesehatan manusia, karena sifatnya yang omnivor atau pemakan segala macam, termasuk dahak yang mengandung berbagai kuman penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *